40 Tanggung Jawab Istri Terhadap Suaminya

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

40 Tanggung Jawab Istri Terhadap Suaminya

1.Menghayati Fungsu Istri Terhadap Suami --> Istri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup bagi suaminya, laksana perhiasan.
2.Menjadi Wakil Suami dalam Keluarga --> Istri harus mengelola, menjaga dan bertanggung jawab terhadap kehormatan, harta dan segala urusan rumah tangga, ketika suami tidak sedang di rumah.
3.Mentaati Perintah Suami dalam Kebenaran --> Seorang istri hanya boleh mentaati perintah suami, selama perintahnya itu benar menurut syariat Islam.
4.Meringankan Beban Mahar Suami --> "wanita yang paling baik adalah wanita yang maharnya paling sdikit." (HR. Thabarani).
5.Melayani Kebutuhan Seksual Suami --> Setiap istri wajib melayani kebutuhan seksual suaminya dan tidak boleh menolak atau menundanya, kecuali karena alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam (sedang haid, nifas, puasa wajib, haji dan umrah sebelum tahallul)
6.Meringankan Beban Belanja Suami --> Istri tidak boleh memaksa suami untuk memberinya belanja lebih dari kemampuan finansial suaminya.
7.Memelihara dan Mengasuh Anak Suami --> Baik itu anak kandung atau anak tiri
8.Membantu Kehidupan Agama Suami --> Istri adalah orang yang paling bertanggung jawab meluruskan perilaku suami yang tidak sejalan dengan syariat Islam
9.Membantu Jihad Suami --> Istri harus rela melepaskan suaminya pergi menuju Jihad Fisabilillah.
10.Berdandan Untuk Menggairahkan Suami --> Istri yang membiarkan tangan lelaki lain meraba tubuhnya, akan membuat suaminya jijik memandang dirinya. pelihara, rawat dan hiaslah tubuh hanya untuk suami.
11.Memelihara Harga Diri dan Harta Suami --> Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An- Nissa: 34)
12.Mendahulukan Kepentingan Suami dari pada Kepentingan Ibu Bapaknya Sendiri --> Begitu seorang wanita telah menikah, maka kiblat ketaatannya pindah kepada suaminya
13.Mengikuti Tempat Tinggal Suami --> Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. (At-Thalaq:6)
14. Rela Hamil Dari Benih Suami
15.Mengambil Harta Suami Dengan Izinnya
16.Mengeluarkan Sedekah dari Harta Suami Harus Dengan Izinnya
17.Keluar Rumah Harus Minta Izin Suami --> "Siapa saja istri yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, maka ia berada dalam murka Allah sampai ia pulang atau suaminya merelakannya." (HR. Khatib dari Anas)
18.Tidak Merusak Kepemimpinan Suami
19. Selalu Lembut dalam Memandang Suami
20.Menemani Suami Makan Sampai Selesai
21.Menemani Suami Mandi
22.Merawat Suami Ketika Sakit --> Pengabdian istri kepada suaminya tidak terukur kebaikannya sebelum ia membuktikan kesetiaan, kesabaran dan keteguhannya dalam merawat suaminya selama sakit.
23.Mengalah Pada Suami --> Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al- Baqarah: 228)
24.Menutup diri Dari Laki- Laki Lain
25. Berterima kasih Atas Kebaikan Suami --> Seorang istri selalu menggembirakan hati suaminya dengan ucapan, senyum dan pandangan mesra setiap kali suaminya menyerahkan nafkah lahirnya.
26.Tidak Berkhianat Pada Suami --> Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)". (At- tahrim: 10)
27.Tidak Menyakiti Hati Suami --> Jangan memutar balik filsafat emansipasi yang membuat istri memperbudak suami
28.Tidak Melarikan Diri dari Rumah Suami
29.Tidak Menerima Tamu Laki- laki Bukan Mahram Saat Suami Tidak di Rumah
30.Tidak Menceritakan Detil Fisik Wanita Lain Kepada Suami
31.Tidak Puasa Sunnah ketika Suami Disisinya, Kecuali Atas Izinnya
32.Membangunkan Suami Untuk Shalat Malam
33.Menerima Giliran Suami Dengan Baik,Jika Suami Berpoligami
34.Tidak Mengizinkan Orang Lain Masuk Rumah tanpa Izin Suami
35.Tidak Mentaati Orang Lain di Rumah Suami
36.Tidak Membuka Jilbab Diluar Rumah Suami
37. Tidak Menyuruh Suami Menceraikan Madunya
38.Tidak Minta Cerai Tanpa Alasan
39.Berkabung 4 bulan 10 Hari Atas kematian Suami
40.Tidak menerima Lamaran Pada Masa Iddah Kematian Suami dan Talak Raj'i

Sumber: Drs. M. Thalib. 1995. 40 Tanggung Jawab istri Terhadap suami. Bandung : Irsyad Baitus Salam

Nur Aisyah

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.