HIKMAH DI BALIK KISAH



Seringkali ketika kita berbuat baik, rasa pamrih senantiasa mengiringi. Kita selalu berharap bahwa kebaikan kita akan dibalas oleh orang yang kita tolong. Namun kerapkali kita menjadi kecewa sendiri karena apa yang kita harapkan tidak terjadi. Maka dari itu, berhentilah mulai sekarang. Berhentilah memikirkan apa balasan yang akan kita terima ketika berbuat baik. Lakukan saja tanpa berpikir macam-macam. Ketika kita ingin berbuat baik kepada pengemis, pengamen, dan anak-anak jalanan yang kita temui di jalan berilah meski hanya recehan sebagai bentuk pelatihan diri untuk member tanpa memikirkan apakah uang itu untuk hal-hal yang baik atau untuk maksiat.

Ciptakan kebaikan meski itu sangat kecil tetapi efeknya sungguh sangat luar biasa bagi sang penerima, bayangkan jika mereka adalah keluarga kita, karena tidak semua orang diberikan kenikmatan seperti yang kita nikmati saat ini. Betapa mudahnya memberikan sedikit bagian diri kita setiap hari. Kita tidak pernah tahu kemungkinan berartinya setiap tindakan kita bagi orang lain.

Untuk menebarkan indahnya cahaya kehidupan dengan menyadari bahwa ada kebaikan dalam setiap fase waktu dan peristiwa yang dialami seseorang, serta untuk mengingatkan diri kita akan keberkahan pandangan hidup ini, baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan memaparkan apa-apa saja yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan. Ketika kita sudah pada tahapan ikhlas dalam menyebarkan kebaikan, maka percayalah, Allah sendiri yang akan turun tangan membalas segala kebaikan yang kita lakukan.

Dan jika Allah yang membalas kita, selalu ada dua kemungkinan:
1) Balasannya berlipat-lipat ganda. Ini adalah janji Allah di dalam Alquran yang selalu ditepati.
2) Bila Allah yang membalas kebaikan kita, niscaya balasannya adalah sesuatu yang terbaik bagi-Nya, dan merupakan anugerah besar bagi kita umat manusia.

Buat Anda yang saat ini masih “pelit” dalam berbuat kebaikan dan menyimpan rasa pamrih berubahlah. Siapa tahu dengan berubah Allah akan lebih bermurah hati kepada Anda dan membuat hidup Anda lebih indah.

Sedangkan untuk Anda yang saat ini memiliki hobi menebar kebaikan, jangan pernah berhenti sekalipun tidak ada manusia yang mengetahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.

Kebaikan akan melipatgandakan
kebaikan, dan keburukan pun akan mendatangkan keburukan yang lebih banyak lagi. Dalam banyak peristiwa, kita juga perlu arif melihat bahwa mungkin dalam sebuah peristiwa yang pada awalnya terlihat tidak menyenangkan (termasuk akibat sebuah tindakan yang salah) tetap akan bermanfaat baginya manakala is bisa menarik pelajaran dari sebuah pengalaman.

Orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam setiap hal yang terjadi. Ia belajar dari kesalahan dan mencari cara untuk memperbaikinya.

Ada salah satu hadis Nabi Muhammad saw. yang menyatakan :
“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HRMuslim)
================================
SubhANNALLAH WAL HAMDULiiLAH WA ALLAHU AKBAR

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.