PEGERTIAN DALAM AKHLAK



Akhlak ialah hal ihwan yang melekat pada jiwa (Sanubari). Dari situ timbul perbuatan-perbuatan secara mudah tanpa dipikir panjang dan diteliti terlebih dahulu (Spontanitas). Apabila hal ihwal atau tingkah laku itu menimbulkan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut pikiran dan syari’ah, maka tingkah laku itu disebut akhlak yang baik

Apabila menimbulkan perbuatan-perbuatan yang buruk, maka tingkah laku disebut ahklak yang buruk. Akhlak terpuji dan baik tidak akan terbentuk begitu saja, landasan dalam islam adalah al-qur’an dan al-hadits, yakni kitab Allah dan sunnah rasullnya.

Dari kedua landasan inilah dijelaskan kreteria demi kreteria antara kebajikan dan kejahatan, keutamaan dan keburukan, terpuji dan tercelah. Kedua Landasan itupula yang dapat dijadikan cermin dan ukuran akhlak muslim.

Ukuran itu ialah iman dan takwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan semakin tinggi keimanan dan ketakwaan seseorang, akan seakin baik pula akhlaknya, namun sebaliknya, semakin rendah nilai keimanan dan ketakwaan seseorang maka akan semakin rendah pula kualitas akhlaknya.

Amin Ya' Robbal Alaminn - آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
✿(̆̃̃¤. ¸¸.-"¯`♥♥♥*•.*✿(̆̃̃¤. ¸¸.-"¯`♥♥♥
(⁀‵⁀) ..••.¸✿ ✿.Salam Santun Erat Silaturahmi ❀
`⋎´✫¸.•°*”˜˜”*°• Ukhuwah Fillah ♥❀..✫¸.•°*”˜˜”*°•. ♥☻/ღ˚ •。* ˚✰˚ ˛★* 。 °♥✿.❀/▌*˛˚ღ

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.