Apakah Filsafat Pengharaman Zina?



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته



..z Z
...z Z z
(”)_(”)_.-””-.,
` _ _ `; -._, `)_
( o_, )` __) `-._)

1. Munculnya fenomena
pertikaian dalam rumah tangga
dan hilangnya komunikasi hangat
antara anak-anak dengan kedua
orang tua mereka, muncul dalam
sekejap karena fenomena zina.



Padahal komunikasi ini sebegitu
pentingnya sehingga tidak saja
akan menyebabkan pengenalan
mereka terhadap masyarakat,
melainkan juga akan
menyebabkan kepedulian
sempurna anak-anak terhadap
masyarakat dan menanamkan
rasa kasih sayang yang akan
menjadi faktor pelanjut
kepedulian tersebut.

Ringkasnya, sebuah masyarakat
yang di dalamnya banyak anak-
anak yang lahir secara tidak sah
dan tidak mempunyai ayah,
dibangun di atas pondasi
komunikasi keluarga yang tak
sehat dan akan mengalami
kegoncangan.


Untuk memahami pentingnya
tema ini, cukuplah kita sejenak
berpikir bahwa apabila zina
diperbolehkan dalam seluruh
kehidupan masyarakat dengan
mencabut pernikahan resmi dari
mereka, maka anak-anak tanpa
identitas yang lahir dari kondisi
semacam ini tidak akan pernah
menjadi bahan kepedulian siapa
pun, tidak di permulaan kelahiran
mereka dan tidak pula di puncak
masa remaja mereka.

Dari sini, salah satu elemen kasih
sayang yang mempunyai peran
penentu dalam memerangi
kejahatan dan kekerasan akan
tercabut, dan sebenarnya hal ini
akan mereduksi sebuah
masyarakat insani menjadi
sebuah masyarakat hewani
sepenuhnya yang diliputi dengan
kekerasan dalam semua lini
kehidupannya.



2. Perbuatan tercela dan
menjijikkan ini telah
menyebabkan munculnya
berbagai keributan dan
kekacauan dalam diri individu
dan masyarakat pengikut hawa
nafsu.

Kasus-kasus yang telah
ditulis dan dinukil dari sebagian
kondisi yang ada dalam
lingkungan buruk dan pusat
kemaksiatan telah menjelaskan
realitas ini secara gamblang, di
mana terjadinya penyelewengan
seksual senantiasa dibarengi
pula dengan tragedi kriminal
terburuk.



3. Pengalamam telah
memperlihatkan dan sains juga
telah membuktikan bahwa
perbuatan zina ini telah
menyebabkan tersebarnya
berbagai macam penyakit, dan
meskipun telah dipersiapkan
seluruh usaha untuk memerangi
dan menghambat resiko
perbuatan ini, data yang ada
tetap saja masih menunjukkan
betapa masih banyaknya orang
yang bersedia mengorbankan
keselamatan dirinya dengan
perbuatan ini.



4. Perbuatan ini biasanya akan
diikuti dengan kenaikan data
aborsi, pembunuhan anak-anak,
dan pemutusan keturunan,
lantaran pelaku-pelaku wanita itu
sama sekali tidak akan bersedia
untuk membina anak-anak yang
mereka hasilkan dari perbuatan
mereka sendiri.


Justru pada
prinsipnya, keberadaan seorang
anak merupakan penghalang
besar bagi mereka dalam
meneruskan perbuatan-
perbuatan menjijikkan tersebut.


Oleh karena itu, mereka
senantiasa berusaha untuk
menyingkirkan anak-anak ini dari
kehidupan mereka.


Dan pendapat bahwa anak-anak
semacam ini bisa dikumpulkan di
dalam yayasan-yayasanyang
berada di bawah lindungan
pemerintah adalah sebuah
khayalan belaka, karena
kegagalan dalam pelaksanaannya
begitu jelas dan telah terbukti
betapa susahnya mendidik anak-
anak yang tidak mempunyai ayah
dan ibu dalam kondisi mereka
seperti ini.


Lagi pula, yang
dihasilkan bukanlah insan-insan
yang berpotensi melainkan hanya
semacam anak-anak yang keras
hati, pelaku kriminal yang tidak
memiliki citra diri sama sekali,
dan kekosongan dari segala
sesuatu.




5. Satu hal yang tidak boleh
dilupakan, bahwa tujuan dari
pernikahan bukanlah hanya untuk
memenuhi hasrat seksual
seseorang saja.


Akan tetapi,
untuk bersama-sama
membentuk kehidupan dan
kehangatan emosi, serta
ketenangan pikiran, di mana
pendidikan anak dan kerja sama
dalam semua aspek kehidupan
merupakan dampak-dampak
positif dari sebuah perkawinan.


Tanpa adanya garis
pengkhususan wanita untuk
seorang pria dan tanpa adanya
pengharaman zina, tidak satu
pun dari tujuan itu akan terwujud.
Imam Ali bin Abi Thalib a.s.
dalam sebuah hadis berkata,

"Aku pernah mendengar
Rasulullah bersabda,

"Terdapat enam pengaruh buruk
dari zina; tiga bagiannya akan
terjadi di dunia dan tiga bagian
yang lain akan terwujud di
akhirat. Pengaruh yang akan
terjadi di dunia adalah, bahwa
zina akan mengambil kejernihan
(nurâniyah) seseorang,
memutuskan rezeki, dan
mempercepat kehancuran
manusia. Sedangkan tiga
pengaruh yang akan terjadi di
akhirat adalah murka Allah susahnya penghisaban, dan
keabadian di dalam api neraka."

astagfirullohaladhim.
semoga kita terhindar dari menjadi orang orang yang mendekati zina.

insyaAlloh.

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.