MAKNA PERGAULAN IBADAH KITA



Mari kita berikan rasa syukur kita yang setinggi-tingginya atas nimat hikmah dan hidayah yang tak lelah-lelahnya Allah berikan kepada kita, sehingga dapat selalu mempelajari makna habluminaAllah dan Hablumminannas.
Pernahkah anda bertanya pada diri anda sendiri, “kenapa sih kita harus berteman?”, “kenapa sih harus terciptanya sebuah pergaulan?”, dan “kenapa sih agama kita (Islam) mengharuskan kita membina hubungan dengan orang lain?”
Oke, dalam posting ini, saya akan memberikan beberapa argumen yang insyaAllah dapat memberikan sedikit gambaran tetang hakikat pergaulan dalam konteks beribadah muslim.
Barang kali kita pernah mendengar hadis:”Barang siapa beriman kepada Allah dan Rosul’Nya, hendaklah dia menghormati tetangganya”. _--------------------------------------------------------------

Barang siapa mengimani adanya Allah, adanya hukum Allah, adanya ketetapan-ketetapan yang telah Allah rancang, dan bahwasanya Allah telah mengutus Rosul’Nya untuk memperbaiki akhlak manusia, hendaklah dia menghormati, menyayangi, saling mengingatkan tetangganya dalam hal-hal kebaikan. Makna kata tetangga dalam kalimat tersebut, bukan berarti keluarga yang tinggal disekitar kediaman kita, namun bisa bermakna luas sekali. Seperti teman-teman bermain kita, atu bahkan orang-orang yang kita kenal. Kita berbuat baik, kita menghormati, kita mengingatkan jika mereka berbuat salah, dan sebaginya, insyaAllah Allah akan melapangkan rezekinya kepada kita. Sehingga, ibadah kita dapat diaplikasikan dengan menjaga hubungan baik kepada orang-orang disekitar kita.(merujuk pada tema kita).

Manusia merupakan makhluk sosial. Manusia tidak akan mungkin hidup tanpa berkawan atau bersosial. Kita dapat menganalogikan bagaimana jadinya jika sebuah rantai makanan yang konsumen atau produsennya dihilangkan. Mungkin seorang manusia akan tetap bisa hidup, tapi dari psikisnya manusia akan merasa ada sesuatu yang kurang atau tak sempurna. Tak dielakan lagi proses bersosialisasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita, dengan segala keuntungan yang dapat kita ambil dari proses bersosialisasi tersebut.

“Kenapa sih kita harus berteman?”, ”kenapa sih harus terciptanya sebuah pergaulan?”, dan “kenapa sih agama kita (Islam) mengharuskan kita membina hubungan dengan orang lain?”
Kenapa kita harus berteman?? tentu saja seperti yang kita bahas sebelumnya, yaitu untuk menjaga hubungan baik dan beribadah untuk mencari reizki Allah. Bukan kah Allah telah menjanjikannya???
Kenapa sih terciptanya sebuah pergaulan?? Hal ini didasarkan pada bahasan, bahwasanya manusia tidak akan hidup menyendiri. Laki-laki membutuhkan perempuan, anak membutuhkan orantua, seorang pekerja membutuhkan orang yang menyediakan lapangan pekerjaan, dll. Intinya..pergaulan terjadi karena hakikat manusia untuk berkomunikasi dalam menjalankan proses sosialisasi.
“kenapa sih agama kita (Islam) mengharuskan kita membina hubungan baik dengan orang lain?” jawabannya sudah jelas…mencari rizki Allah. Semakin baik kita membina hubungan baik dengan manusia, semakin dekat pula rezki Allah didepan kita. Hal ini juga dilandaskan pada kenyataan, bahwa Allah menurunkan nikmatnya bukan semata-mata langsung diturunkan pada hambanya secara cuma-cuma. Tapi hamba tersebutlah yang harus mencari. Bagaimana mencarinya??? salah satunya dengan sosialisasi…Bagaimana kita mendapatkan uang???Bagaimana kita mencari pekerjaan???Bagaimana kita mencari lapangan pekerJaan ..? ?jika tidak ada hubungan baik denga orang lain.

mari kita genggam dunia, denga banyak-banyak mencari sahabat dan beramai-ramai membina kekeluargaan. Amin Ya' Robbal Alaminn - آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ SubhANNALLAH WAL HAMDULiiLAH WA ALLAHU AKBAR

Nur Aisyah

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.