°♥✿.❀/▌ BUKTI MENCINTAI ALLAH °♥✿.❀/▌






Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa
tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah

Dalam kerangka inilah, Allah swt. berfirman,”Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku.” (Ali Imran: 31) Sedangkan bukti bahwa Allah swt. mencintai seorang hamba adalah Dia menganugerahkan nikmat berupa pengampunan kepada sang hamba, sebagaimana tergambar dalam firman-Nya,”Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.” (ar-Ruum: 45) maksudnya adalah tidak mengampuni mereka. (al-Jaami’ li Ahkaam Al-Qur’an, (Kairo: Darul Hadits), Jilid II, hlm. 65)

”Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

bahwa mereka mencintai Allah SWT. Mereka antara lain berkata,”Wahai Muhammad, sesungguhnya kami mencintai Allah kami.” Sebagai respons terhadap hal tersebut, turunlah ayat ini. (Lubaab an-Nuquul, hlm. 41) ”Bukti cinta terhadap Allah adalah mencintai Al-Qur’an. Bukti mencintai Al-Qur’an adalah mencintai Rasulullah SAW. Sedangkan bukti mencintai Rasulullah SAW adalah mencintai sunnah beliau. Dengan demikian, mengikuti sunnah Nabi SAW serta mencintainya merupakan sarana penting menuju kesempurnaan iman. Tanpanya, iman seorang muslim belum dikatakan sempurna.”

“Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, seseorang belum akan dikatakan beriman sebelum aku menjadi orang yang lebih ia cintai daripada orang tua, anaknya, serta seluruh manusia.” (Shahih Bukhari, hadits nomor 15 dan Shahih Muslim, hadits nomor 44)

Artinya, kecintaan terhadap anak, istri, ayah, ibu, atau kecintaan terhadap harta, pangkat, atau kekuasaan, tidak boleh mengalahkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Lebih lanjut, seseorang juga belum akan merasakan manisnya iman kecuali dengan mencintai Beliau SAW di atas segalanya. Rasulullah SAW bersabda,

apabila terdapat pada diri seseorang maka dia akan merasakan manisnya iman yakni ketika dia mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari hal apa pun, ketika dia menyayangi seseorang hanya karena Allah, dan ketika dia merasa benci untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah, sebagaimana dia sangat tidak ingin untuk dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari). (w-islam.com)
-----------------------------------------------------
SubhANNALLAH WAL HAMDULiiLAH WA ALLAHU AKBAR ♥
Amin Ya' Robbal Alaminn - آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ SEmoga KITa TErmasuk Orang ~Orang Yang SElalu MEncintai Allah SWT

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.