Cinta Bermula Dari Pandangan Mata



Mengapa pandangan mata kita harus ditundukkan?

• Karena pandangan adalah pangkal kejahatan dan utusan setan di dalam hati.

• Karena pandangan mengobarkan api syahwat dan memperindah penampilan orang yang dicintai.

• Karena pandangan ibarat menumpuk kayu bakar maksiat didalam hati dan menyalakannya dengan pikiran yang terus menerus tentang orang yang dicintainya.

• Karena pandangan itu ibarat pintu dan hati seseorang adalah rumahnya. Pencuri hati tidak bisa masuk rumah kecuali pintunya terbuka. 

• Karena pandangan itu panah beracun setan. Bekasnya terus berasa meskipun orang yang dilihat telah lenyap dari hadapan. Pandangan menyibukkan pikiran, lantas cemas dan menimbulkan asmara dihati.

• Karena pandangan itu panah beracun, disebabkan rasa takut kepada Allah di dalam hati berkurang dan berani berbuat maksiat yang bertambah yang membuka pintu syahwat dan berujung perbuatan haram dan berakhir di neraka jahannam.

Dari Ubadah bin Shamit, Rosulullah bersabda :

" Jaminlah untukku hal dari dirimu, niscaya kujamin surga untuk kalian, yaitu jujurlah bila berbicara, tepatilah bila berjanji,tunaikan amanat bila diberi amanat, jagalah kemaluan kalian, dan tundukkanlah pandangan kalian"
( Riwayat : Ibnu Hibban, Alhakim dan Ahmad)

Apa usaha kita buat menundukkan pandangan?

• Kesadaran kita bahwa Pandangan Allah lebih cepat menatapmu daripada pandanganmu terhadap hal-hal yang kau cintai/ hasrati.

" Kamu sekali kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran,penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan"
(QS : Fushshilat : 41 : 22 ) 

Ketahuilah jika sudah paham akibat yang ditimbulkan dari pandangan, pastilah menjadi orang yang terus menerus tak henti hentinya merasa menyesal.

Semoga Allah mengampuni dosa kedua mata ini....

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.