~::~ MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR ~""~




Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa, Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah; Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya, Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya. Dr. Aidh Al-Qarni, M.A

Kematian itu pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Namun demikian, tak seorang pun tahu kapan hari H nya. Ia bisa datang menyergap dengan tibatiba. Ia misteri. Karenanya, setiap orang semestinya selalu siap. Dan tentu, husnul khatimah harus menjadi pilihan. Untuk mencapai itu, harus degan jalan syariat; dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Ta’ala. Tanpanya, husnul khatimah itu nihil. Bukankah, perahu tak akan berjalan di daratan

Buku yang hadir di hadapan pembaca ini adalah kompilasi dari tulisan ulama-ulama terkemuka dari Nejed. Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk-pikuk dunia kadang melalaikan. Bukankah sudah menjadi sunnatullah bagi setiap orang bahwa iman itu pasang dan surut… kadang bertambah dan kadang berkurang? Karenanya kita perlu pupukan, terutama ketika kondisi keimanan kita mengalami saat-saat kritis.

Kelebihan buku ini, para penulis tidak sekadar menuliskan sebuah teori-teori definitif, tapi sebentuk nasehat naratif dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, dikokohkan dengan ibrah dan kisah-kisah pilihan. Karenanya, buku ini tidak hanya enak dibaca, tetapi juga akan membawa kita hanyut dalam perjalanan hati para penulis.

Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya,
Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama?
Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa,
Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama?
Ia adalah malam pertama dengan dua wajah;
Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya,
Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya.
(DR. Aidh Al-Qarny)

Abhi Aufa

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari seorang sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak sahabat tetapi menyia-nyiakannya.